Tampilkan postingan dengan label prasejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prasejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2012


Zaman Neolitikum atau zaman batu muda kerap dikenal sebagai cikal bakal kebudayaan nenek moyang penduduk nusantara sekarang.Masyaratnya mulai menetap dan mulai bercocok tanam.Untuk keperluan sehari-hari, masyarakatnya bembuat benda-benda pakai sebagai tembikar, perhiasan dan berbagai bentuk kapak pesegi dan kapak lonjong.
* Kapak lonjong


Kapak lonjong berbentuk bulat memanjang dengan ujung yang lancip terbuat dari batu hitam.Kapak ini sudah diberi tangkai panjang seperti kapak sekarang.Alat ini banyak ditemukan di beberapa kepulauan Papua, Tanimbar, Minahasa, dan serawak. Beberapa suku di Papua juga masih menggunakan kapal lonjong ini sebagai mas kawin.

* Kapak persegi 
Kapak pesegi umumnya memiliki beberapa fungsi, seperti untuk memotong, berburu, memahat,membelah kayu, dan juga mencangkul tanah.Kapak persegi banyak yang terbuat dari batu berwarna dan diperkirakan berfungsi sebagai benda azimat.Alat ini banyak ditemukan di Indonesia sebelah barat, seperti Lahat (sumatera), Bogo, Sukabumi, Karawang, Tasikamalaya, Pacitan, dan Lereng Gunung Ijen.
* Tembikar 

Pembuatan tembikar mengalami kemajuan pada masa ini dikarenakan masuknya kebudayaan Cina.Tembikar digunakan untuk keperluan perwadahan sehari-hari dan menyimpang tulang belulang. Banyak tembikar yang dihiasi dengan motif hias berunsur magis.
* Perhiasan 

Pada zaman ini ditemukan pula sejumlah perhiasan serupa gelang, kalung, dan cincin dari batu berwarna, serta pakaian dari kulit/serat kayu.

Sabtu, 11 Februari 2012



E
ra penggunaan logam di wilayah nusantara diperkirakan sekitar tahun 500 SM, yaitu sejak masuknya kebudayaan perunggu dari wilayah Indocina ke kawasan nusantara. Kebudayaan perunggu tersebut dikenal sebagai kebudayaan Dongson yang berpusat di propinsi Yunan, Indocina.
Teknik pengolahan barang-barang perunggu dilakukan dengan teknik pengecoran menggunakan dua keping cetakan dari batu. Teknik pengecoran tersebut dapat dilakukan secara berkali-kali. Selain itu dikenal pula teknik pengecoran dengan sejenis tanah liat yang dilapisi lilin (a cire perdue) yang akan mencair setelah perunggu cair dituangkan kedalamnya.
  • Kapak Corong

Awalnya menyerupai kapak batu yang terbuat dari tembaga dan di bagian belakangnya berbentuk sirip ikan. Lalu berkembang kapak dari perunggu. Kapak ini berfungsi sebagai alat pendukung acara ritual sehingga dilengkapi ragam hias yang unik.
  • Candrasa

Sejenis kapak panjang yang terbuat logam. Jenis kapak ini dilihat dari bentuknya bukanlah peralatan fungsional untuk membelah tetapi lebih sebagai kapak hiasan pelengkap upacara ritual zaman nenek moyang. Candrasa ada yang berbentuk kapak dengan hiasan ornament dan ada pula yang berbentuk seperti ‘pedang’ memanjang.

  • Nekara

Nekara adalah genderang besar berbentuk drum yang dihiasi oleh ragam tumbuhan, burung merak, gajah,  katak dan ragam geometris. Fungsi nekara adalah sebagai alat tetabuhan pada upacara-upacara ritual nenek moyang.
  • Topeng Emas

Topeng yang terbuat dari emas diperkirakan dibuat pada tahun 500 SM. Meskipun tanpa ornament, hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan Jawa kuno telah mengenal emas sebagai perhiasan atau peralatan upacara.
  • Bejana

Bejana atau wadah dari logam di wilayah nusantara diperkirakan telah ada sejak zaman neolitikum (sekitar 2000 SM) serta Zaman perunggu (sekitar 500 SM). Banyak di antaranya dipengaruhi oleh kebudayaan Dongson. (rm)